Never ending Rail story
Free IQ Test
Free-IQTest.net - Free IQ Test
Jumat, 20 Februari 2009
Investor UEA Bangun Rel Kereta Api di Maloy
Ditulis Oleh : Humas PU Kaltim
SAMARINDA - Pemprov Kaltim bekerja sama dengan investor asal Uni Emirat Arab (UEA) sepakat akan membangun rel Kereta Api (KA) dari Muara Wahau, Maloy, hingga Lubuk Tutung. Perencanaan awal, Rel KA itu masih khusus untuk mengangkut batu bara dan Cru          de Palm Oil (CPO). Namun ke depan akan lebih dikembangkan untuk mengangkut komoditi lainnya hingga KA untuk penumpang.


“Kami sudah bersepakat untuk membangunnya, karena terus terang saja dalam mengembangkan kawasan industri dan ekonomi khususnya di Maloy, diperlukan rel kereta api itu sebagai akes tercepat dalam pengirimannya,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (19/2).

Nilai investasi pembangunan rel KA  akan menggunakan biaya sekitar 900 juta dollar AS. Pembiayaan sepenuhnya dibiayai investor Uni Emirat Arab tersebut.

“Sementara ini proses legalitas perizinan akan diproses, mudah-mudahan dalam seminggu ini bisa selesai, sehingga pembangunannya bisa segera direalisasikan. Karena kita sangat berharap, melalui rel kereta api ini, program pengembangan ekonomi Kaltim kita terus meningkat,” ujarnya.

Panjang  rel KA di Kaltim ini akan menjadi terpanjang se-Indonesia dibandingkan dengan rel KA batu bara di daerah lain, yakni 1,435 meter. Sebut saja di Jawa, ada rel KA batu bara panjang  hanya 1,067 meter.

“Minat investor Uni Emirat Arab ini membuktikan, jika ke depan mereka melihat jika perkembangan ekonomi dengan berinvestasi di Kaltim cukup menjanjikan,” kata Awang.

Lantas kapan hal itu akan terealiasi? Menurut Awang, proses keadministrasian khususnya legalitas perizinan masih dalam proses dalam waktu dekat ini, setelah itu dilakukan perencanaan pembangunan, baru pengerjaan dimulai.

“Ya kita berharapnya 2009 ini sudah bisa dilaksanakan pengerjaan di lapangan. Seiring kita juga yang mengembangkan kawasan industri dan ekonomi Maloy itu. Dan diharapkan akan bersamaan terealisasinya, sehingga bersamaan juga bisa berjalan dalam upaya pengembangan sektor ekonomi Kaltim ke depan,” katanya.

Ditambahkannya, selain tertarik untuk membangun rel KA itu, investor Uni Emirat Arab tersebut juga berniat menanamkan modalnya untuk membangun jalan bebas hambatan atau jalan tol yang selama diwacanakan oleh Awang, dengan kompensasi antara lain berupa lahan batu bara, perkebunan atau konsesi batu kapur untuk bahan baku semen.

“Kaltim memiliki sumber daya alam yang cukup besar sebagai kompensasi, antara lain berupa batu bara, batu kapur untuk bahan baku semen, emas, amonium nitrat dan lahan luas yang dapat dikerjasamakan dalam jangka waktu hingga 30 tahun, jadi semua bisa dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan,” tambah Awang.

Pada hari yang sama Awang melakukan  pertemuan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta Dalam pertemuan itu, BKPM menyatakan kesiapannya untuk membantu Kaltim mengundang sejumlah investor seiring dengan upaya Kaltim menarik investasi sebanyak mungkin demi kesejahteraan masyarakat.

“Selama Kaltim bisa memberikan kepastian hukum dalam investasi, saya siap mengundang investor ke Kaltim dan untuk tahap awal kita akan mengirim tim guna melakukan pengkajian,” kata Muhammad Lutfi, Kepala BKPM.

Menurut Lutfi, ada beberapa hal yang menarik perhatian BKPM salah satunya adalah pengembangan wilayah Maloy dan sekitarnya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang didukung dengan penyediaan untuk perkebunan nanas, kenaf, coklat, sawit dan berbagai komoditas unggulan lainnya. Begitupula dengan pengembangan wilayah ekonomi lainnya, yakni kawasan industri kariangau di Balikpapan dan Pelabuhan Peti Kemas serta penumpang di Samarinda.

“Dan kami pikir banyak potensi Kaltim yang bisa menarik investor di sana, makanya BKPM siap membantu,” katanya dengan tegas.

Bahkan untuk memberikan keyakinan itu, disebutkan Lutfi, nantinya BKPM akan menempatkan skretariat daerah yang dipimpin setingkat eselon III di Jakarta guna melakukan berbagai proses perizinan dan promosi dari daerah masing-masing. (aid)
Sumber : Tribun Kaltim (20/2/2009)

Di ambil dari situs pemprov kaltim

Comments

Leave a Reply




notog